"Selamat sejahtera semoga keselamatan dan keberkahan dilimpahkan kepada anda"

Senin, 16 April 2012

BRAIN ACTIFATOR



OTAK MANUSIA
PENGERTIAN DAN FUNGSI
Dalam proses pembentukan tubuh manusia yang terjadi di dalam rahim, otak merupakan
organ yang pertama kali dibentuk. Didalam rahim sejak janin berusia 10 minggu sampai 12 minggu sejak pembuahan, pada retina mata bayi atau sebelum gambar samar-samar paling awal terbayang di dalam korteksnya, sel-sel saraf pada otak yang sedang berkembang sibuk dengan kegiatan yang terencana. Prof. Carla Shatz dari University of California Berkeley mengatakan bahwa sel-sel pada suatu daerah otak menghubungi bagian-bagian tubuh yang lain secara kontinyu dan otomatis. Otak tersusun dari kumpulan neuron, dimana neuron merupakan sel saraf panjang seperti kawat yang mengantarkan pesan-pesan listrik lewat sistem saraf dan otak. Neuron ini mengirimkan sinyal dengan menyebar secara terencana, semburan listrik terhentak-hentak yang membentuk bunyi yang jelas (kertak-kertuk) yang timbul dari gelombang kegiatan neuron yang terkoordinasi, dimana gelombang itu sebenarnya sedang mengubah bentuk otak dan membentuk sirkuit otak menjadi pola-pola yang lama kelamaan akan menyebabkan bayi yang lahir nanti mampu menangkap suara, sentuhan, dan gerakan.

Pada saat kelahiran, otak bayi mengandung 100 milyar neuron dan 1 triliun glia (perekat). Sel glia membentuk semacam sarang yang melindungi dan memberi makan neuron. Otak  ini sudah berisi hampir semua sel saraf yang dimilikinya, tetapi pola penyambungan antara sel-sel itu masih dimantapkan, dimana otak telah menata sirkuitnya menurut tebakan yang paling baik mengenai apa yang diperlukan bagi penglihatan, bahasa, dan bagi apa saja. Sesudah kelahiran, kegiatan neuronlah yang berperan untuk mengambil bagan kasar ini dan berangsur-angsur menghaluskannya, dan sesudah kelahiran kegiatan neuron itu tidak spontan lagi, melainkan digerakkan oleh pengalaman indera yang diterima. Pada saat dilahirkan, otak bayi menghasilkan berlimpahan biologis berupa triliunan sambungan antar neuron yang banyaknya melebihi kebutuhan. Selanjutnya, melalui suatu proses alamiah (Teori Darwin) otak memusnahkan sambungan yang jarang digunakan sampai usia 10 tahun, sehingga yang tertinggal adalah otak yang pola emosi dan pola pikirannya unik/tetap. Kegiatan neuron memicu aliran biokimia yang berlimpah mencapai inti sel serta gulungan DNA yang menentukan kode gen-gen tententu. DNA yang digunakan embrio untuk membangun otaknya adalah kerumitan kegiatan yang kelak juga akan memungkinkan organisme  dewasa memproses dan menyimpan informasi baru, sedangkan RNA berfungsi sebagai perantara kimiawi bagi memori.

Sekitar pada minggu ketiga, selapis tipis sel dalam embrio yang sedang berkembang membuat semacam karya origami, dengan melipat ke dalam untuk membentuk sebuah silinder berisi cairan (neuron). Ketika sel-sel dalam tabung neuron berlipat ganda dengan kecepatan 250.000 per menit, otak dan sumsum tulang belakang membentuk diri dalam sederet langkah tarian (pola) yang diprogram dengan ketat. Alam menjadi pasangan paling dominan selama tahap perkembangan ini, tetapi lingkungan memainkan peranan pendukung yang vital. Daya ajaib biokimia yang terjadi merupakan perintah yang terprogram di dalam gen. Ilmuan telah menemukan bahwa sebuah gen yang disebut landak menentukan nasib neuron dalam sumsum tulang belakang dan otak. Protein yang diberi kode oleh gen landak berbaur menyebar ke luar sel yang menghasilkannya sehingga makin lemah, faktor pembentuk kuat ini diperlukan konsentrasi sedang untuk menghasilkan neuron motor dan diperlukan konsentrasi lebih rendah untuk menghasilkan interneuron (sel yang mengirimkan sinyal ke neuon lain). Neuron otak yang jumlahnya milyaran mengadakan hubungan-hubungan dengan ribuan sel syaraf lainnya. Sel-sel itu mengeluarkan akson (untuk mengirim sinyal) dan dendrit (untuk menerima sinyal).  

Otak manusia terdiri dari 2 belahan, yaitu belahan kiri dan belahan kanan, dimana belahan kiri bertanggung jawab pada bagian tubuh sebelah kanan dan belahan kanan untuk bagian tubuh sebelah kiri. Dari hasil penelitian Prof. Robert Orsnstein dari California University membuktikan bahwa otak belahan kiri mengendalikan aktivitas analisis kuantitative dan kualitative yang terukur, seperti matematika, logika, bahasa, dan lain-lain, sedangkan otak belahan kanan berfungsi untuk aktivitas imajinasi seperti warna, musik, irama, insting, berhayal, dan lain-lain. Dan bila belahan otak yang lebih lemah dirangsang dan disuruh bekerja bersama belahan otak yang lebih kuat (bersinergi) akan tercipta kemampuan dan efektivitas otak yang jauh lebih tinggi dari 5 sampai 10 kali lipat.

Otak juga dibagi atas 3 bagian besar, yaitu otak besar, otak kecil dan batang otak. Otak besar (cerebrum) berfungsi untuk memproses, sensasi, fungsi intelektual, penyimpanan memori dan pengendali gerakan. Otak kecil (cerebellum) berfungsi untuk mengkoordinasi gerakan otot. Otak besar bagian luar (cortex) secara lebih rinci dapat dibagi menjadi 4 bagian (lobe) yaitu occipital lobe yang berfungsi untuk penglihatan, parietal lobe berfungsi untuk cita rasa, temporal lobe berfungsi untuk pendengaran, memori, dan emosi, frontal lobe berfungsi untuk mengatur pergerakan otot, moral, emosi, dan ekspresi. Otak besar bagian dalam (brain stem) terdiri dari talamus, hipotalamus, pons, dan medulla oblongata. 

Hasil penelitian Prof. Pyotr Anokhin membuktikan bahwa lapisan luar otak terdiri dari ribuan syaraf yang mirip benang kusut dan pembuluh darah, dan otak terdiri dari jutaan sel neuron, dan masing-masing sel mempunyai inti sel (nukleus) dan sejumlah tangan syaraf (tentacle) yang menyebar ke segala arah, dimana masing-masing tangan (tentacle) memiliki ribuan tonjolan (prouberans). Prof. Anokhin mengatakan bahwa tingkat intelengensia tidak ditentukan oleh banyaknya jumlah sel, tetapi banyaknya tonjolan-tonjolan tangan (tentacle) sel otak. Setiap tonjolan paling tidak berhubungan dengan satu tonjolan yang lain dan dengan tenaga elektrokimiawi menyebabkan kedua tonjolan ini membentuk suatu pola hubungan dengan gugusan tonjolan yang lain, dimana otak merupakan suatu pola atau jaringan yang dibentuk ribuan tonjolan yang terdapat pada tangan (tentacle) jutaan sel otak.

Prof. D. Samuel dari Institut Weizmann di Israel menemukan bahwa dalam selang waktu sesaat saja ada 100.000 hingga 1.000.000 reaksi kimia yang berlangsung di otak. Dari informasi diatas menunjukkan bawha otak manusia merupakan superkomputer biologis.

Hasil penelitian Dr. Wilder Penfield menunjukkan bahwa sebagian dari memori yang dirangsang dengan kejut listrik pada bagian belakang otak mampu menyingkapkan kembali pengalaman masa lalu dengan sempurna (warna, bunyi, gerakan, dan emosional) dalam ingatan responden. Hal ini tidak bisa dilakukan dalam kondisi biasa (tanpa kejutan listrik). Kemudian dari hasil penelitian Charles Bonnet membuktikan bahwa semakin sering saraf (otak) digunakan, semakin mudah saraf bervibrasi,  sehingga memori menjadi semakin bagus. Hal ini diperkuat hasil penelitian Prof. Mark Rosenzwig yang membuktikan bahwa jika otak dirangsang, berapapun usianya, maka otak akan membentuk lebih banyak tonjolan (protuberans) pada setiap tangan (tentacle) sel-selnya, dimana tonjolan (protuberans) akan meningkatkan jumlah total hubungan-hubungan yang terdapat di dalam otak.

Dari penjelasan diatas, kita baru sadar bahwa otak manusia mempunyai kemampuan luar biasa untuk beradaptasi dengan perlakuan/kebiasaan. Dengan mengetahui cara kerja serta metoda latihan yang dapat mengembangkan kemampuan dan potensi otak secara efektif dan efisien, kita dapat memfungsikan dan mengoptimalkan otak, juga semua indera yang dimiliki.


Majalah fantasi dan fiksi ilmiah (Magazine of Fantasy and Science Fiction) yang diterbitkan pada edisi Oktober 1966 memuat sebuah tulisan tentang seorang ahli biokimia, penulis sain, sejarahwan, dan novelis yang bernama Dr. Isaac Asimov. Beliau dilahirkan dari seorang imigran yang memiliki toko permen di Bronx, merupakan seorang anak yang menjadi tokoh yang terkenal pada abad 21 dalam hal belajar. Dalam usia 45 tahun, telah menulis 75 buku selama 15 tahun karirnya. Tentu kita ingin mengetahui mengapa demikian ?. Kemampuan tersebut didapatnya dari kecintaan belajar, mempunyai rasa ingin tahu yang besar untuk mengumpulkan fakta, angka, dan data yang menarik. Dari proses belajar, dia dapat secara sadar maupun tidak sadar menggunakan hampir seluruh waktunya untuk memasuki keadaan alamiah, dimana pada kondisi tersebut dengan mudah mendapat informasi dan mengolahnya dengan cepat. Kondisi belajar tersebut disebut dengan kondisi belajar optimal (Optimum Learning State (OLS)). 

Sejak tahun 1960-an telah dilakukan penelitian oleh berbagai ilmuan untuk mempelajari OLS. Peneliti dari University of Chicago yang bernama Dr. Mihaly Csikszentmihalyi mengatakan:
OLS adalah keadaan konsentrasi total yang menyerap secara mutlak perasaan, sehingga anda berada dalam kekuasaan saat itu, dan memperlihatkan kinerja puncak dari kemampuan anda.

Kemudian hasil penelitian lain, kondisi pada OLS berhubungan dengan gelombang theta, yaitu gelombang otak pada kondisi belajar yang optimal pada kecepatan 4 sampai dengan 7 siklus per detik (Cycle Per Second (CPS)). Gelombang otak biasanya diukur dalam jangkauan paling lambat sampai dengan paling cepat, yaitu:


No.
Nama
CPS
Contoh
1
Delta
1 – 3
Tidur nyeyak dan tidak bermimpi
2
Theta
4 – 7
Konsentrasi mendalam (OLS)
3
Alpha
  8 – 12
Rileks dan Meditasi
4
Betha
18 – 42
Keadaan sadar



Walaupun telah diketahui gelombang theta sebagai kondisi OLS, tetapi tidak diketahui secara pasti bagaimana metode untuk mencapai kondisi tersbut. Dengan penelitian yang kontinyu ditemukan cara pendekatan untuk mencapai kondisi OLS, yaitu dengan kondisi relaksasi mendalam, dengan memakai 3 langkah untuk membawa tubuh dan pikiran ke kondisi OLS. Langkah-langkah tersebut sebagai berikut:



1. Pernafasan yang mendalam untuk mendekati Relaksasi Tubuh

No.
Keterangan
1
Cari tempat sunyi dan duduk dengan nyaman, tulang punggung tegak.
2
Lemaskan otot-otot perut.
3
Tarik nafas alamiah dan tenang (hirup dan buang melalui hidung).
4
Hembuskan nafas secara alamiah.
5
Ulangi beberapa menit sampai terasa nyaman, wajar, dan mudah.
6
Sekarang, tarik nafas perlahan-lahan sampai hitungan ke-4 (bayangkan oksigen ditarik masuk dari paru-paru ke otak).
7
Tahan nafas sampai hitungan ke-4 (bayangkan oksigen mendinginkan otak).
8
Buang nafas samapi hitungan ke-4 (bayangkan setiap ketegangan di otak atau tubuh dilepaskan bersama nafas).
9
Ulangi langkah 6 – 8 sebanyak 5 kali.
10
Ulangi bernafas alamiah (langkah 1 – 5).


2. Relaksasi yang mendalam untuk mencapai Gelombang Alpha

No.
Keterangan
1
Setelah beberapa menit latihan nafas yang mendalam, tutup mata dan mulailah bernafas seperti biasa melalui hidung.
2
Setelah pernafasan kembali normal, fokuskan untuk menarik dan menghembuskan nafas dengan tenang.
3
Jika perhatian mulai beralih dan muncul pikiran yang menganggu, jangan melawannya. Tetapi kembalikan perhatian pada pernafasan sampai nafas kembali melambat.
4
Sekarang, seharusnya telah menacapai keadaan relaksasi mendalam dan mental yang tenang (gelombang alpha).


3. Sugesti Diri untuk mencapai   Optimum Learning  State

No.
Keterangan
1
Berikut ini, 3 kalimat yang akan membuka ke gerbang OLS, yaitu:
·         Saya seorang pelajar yang baik.
·         Saya memasuki keadaan belajar optimum (OLS).
·         Saya akan belajar dengan mudah dan serius.
·         Saya pelajari apa saja dengan menarik dan menyenangkan.
2
Ulangi kalimat diatas dengan perlahan dan tenang.
3
Pikirkan arti setiap kalimat selama 1 menit atau lebih.
4
Ucapkan dengan tenang, suaranya harus  keras dan jelas. 
5
Sekarang, setelah meningkatnya kemampuan otak pada kondisi OLS, pergi keluar dan manfaatkan sebagian besar peluang belajar yang ada.

Terdapat banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bernafas yang mendalam dapat menciptakan kondisi yang mendasari semua pengalaman OLS, dimana pengaruh potensial dari pernafasan pada pikiran adalah:
Meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia di otak, dimana pada tingkat belajar/berfikir pada kondisi puncak, otak membutuhkan oksigen lebih banyak. Membuat tubuh rileks dan membersihkan pikiran dari ketegangan dan membawa gelombang otak pada kondisi alpha.

Dr. Herbert Benson dari Beth Israel Hospital Boston  mengatakan:
Seseorang di dalam ruang yang sunyi dan nyaman, serta melakukan sejumlah khayalan mental, otak mereka segera menghasilkan gelombang alpha. Pikirannya menjadi tenang, nafasnya dapat diukur, dan mereka memasuki keadaan relaksasi mendalam. Pada saat yang sama, aliran darahnya dibanjiri zat kimia yang meningkatkan aktivitas otak (endorphins, benzodiazepines, neuropeptides, dll) yang dilepaskan pada saat seorang merasa gembira dan optiomis.
Pada saat bernafas dan relaksasi membawa kepada kondisi OLS, dapat diperdalam menggunakan sugesti diri. Sugesti Diri merupakan sebuah instruksi yang dikirim ke pikiran bawah sadar, yang mempunyai kekuatan untuk memprogram pikiran agar beralih ke  kondisi OLS, seperti perintah komputer yang mempunyai kemampuan untuk pindah dari satu program ke program yang lain.
Menurut peneliti kreativitas dari Institute of Noetic Sciences yang bernama           Dr. Willis Herman mengatakan:
Berada dalam kondisi OLS atau tidak, pikiran bawah sadar selalu dalam modus belajar optimum. Tetap bekerja dalam keadaan “mengalir”, mengamati, mengingat, memahami dan menarik kesimpulan yang benar dari segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Kita sering menyentuhnya tanpa sengaja, mendengar, apa yang dikatakan oleh pikiran bawah sadar dalam bentuk suara hati yang sangat halus. Membayangkan sesuatu dengan jelas mempunyai pengaruh besar pada tubuh dan pikiran, menyebabkan terjadi pengiriman sinyal listrik ke susunan syaraf sehingga memicu perkembangan otak.
Sumber:
1.     Tim SDM,”Metode Pemanfaatan Keajaiban Otak”, Pionir Jaya, Bandung, 1996.
2.     Nash J.M,”Otak Kanak-kanak”, Majalah Time, 3 Februari 1997.
3.       Stine J.M,” Mengoptimalkan Daya Pikir, Terjemahan, Delapratasa, 1999.

Dari hasil penemuan yang memanfaatkan gelombang suara/akustik dan cahaya untuk meningkatkan kualitas otak yang dilakukan penelitiannya sejak tahun 1974  hingga sekarang memberikan hasil yang cukup fantastik, seperti (Adam, 2002) :
1.     Kecepatan belajar meningkat sampai 300%
2.     Kemampuan memori meningkat sampai 300%
3.     Peningkatan IQ sampai 30%
4.     Kecepatan membaca sampai 300%
5.     Hasil ujian naik 2 tingkat (C ke A)
6.     Peningkatan kemampuan dan efisiensi dalam komunikasi
7.     Menurunkan stress dan tekanan darah

Hasil diatas diperoleh dengan cara menyeimbangkan/mensinkronisasikan antara belahan otak kiri dengan otak kanan dan menurunkan gelombang otak pada tahap optimal dengan memakai terapi cahaya dan suara/akustik. Gelombang otak dibagi atas 4 jenis, terdiri dari (Adam, 2002; Martini et. al., 1997; Stine, 1999) :
Ø  Delta (D) yang berfrekwensi 1-2 Hz (siklus per detik) : Relaksasi fisik yang dalam, pengendalian stress dan pelepasan rasa sakit.
Ø  Theta (q) yang berfrekwensi 3-5 Hz : Memori mengingat, memanggil dan pertumbuhan IQ.
Ø  Alpha (a) yang berfrekwensi 7-9 Hz : Belajar, membaca dan mendengar.
Ø  Beta (b) yang berfrekwensi 12-14 Hz : Pengambilan keputusan, logika, dan pemecahan masalah.

Dari keterangan diatas dimungkinkan untuk mengembangkan gelombang suara yang digunakan untuk meningkatkan kualitas otak dengan lebih baik dan optimal, baik dari sisi manfaat maupun dari sisi biaya. Melihat perkembangan pemakai gelombang ultrasonik sebagai alat instrumentasi/ukur dan terapi, khususnya dibidang kedokteran seperti alat ultrasonography (USG), alat radiasi panas, alat ultrasonic encephalogram (UEG), alat radiasi tumor (Frey, 1978). Maka gelombang ini mempunyai potensi untuk dikembangkan dalam banyak bidang, khususnya yang berkaitan dengan terapi otak.  

Otak adalah bagian yang sangat penting dari seorang manusia, tanpa otak yang berfungsi dengan baik seseorang tidak dapat dikatakan sebagai manusia yang sempurna. Banyak masalah muncul karena pengendalian otak yang tidak optimal contohnya stress, emosional, lamban menganalisa, lambat  beradaptasi, daya tangkap dan daya ingat kurang, pesimistis dll. Inteleginsia, emosi, spiritual kerap dijadikan tolok ukur kecerdasan atau kemampuan seseorang. Sayangnya tidak semua orang di karunia otak yang cerdas.
Banyak penelitian yang dikembangkan untuk menigkatkan kemampuan otak manusia. Contohnya yang dikembangkan oleh Alpha learning yang mengembangkan alat Brain Wave yang berfungsi untuk menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan. Hasilnya adalah kinerja otak meningkat beberapa kali dari sebelumnya, selain itu ada gingko biloba sejenis suplemen yang berfungsi memperlancar sirkulasi darah diotak untuk membantu meningkatkan kinerja otak. Cara-cara diatas hanya berfungsi sebatas meningkatkan aliran darah ke otak dan menyeimbangkan otak sebelah kiri dan sebelah kanan belum pada tahapan mengaktifkan sel otak.
Kami dari PT. Sembada Waruga Jati Divisi Brain Activator mengembangkan sebuah alat yang berfungsi mengaktifkan sel otak. Dengan dibuatnya alat ini diharapkan peningkatan kualitas manusia dapat mencapai pada tahapan yang lebih baik dari  sekarang. Alat ini dinamakan Brain Activator
Ket : Bentuk a



lat brain activmpak atas




Ket : Bentuk Alat Brain Activator


FUNGSI BRAIN ACTIVATOR

Alat Brain Activator yang mengeluarkan gelombang ultrasonik berfungsi untuk membantu meningkatkan vibrasi syaraf dan jumlah hubungan antar syaraf, sehingga akan meningkatkan arus listrik antar syaraf otak, termasuk meningkatkan memori otak.

FUNGSI BRAIN ACTIVATOR

Kami dari PT. Sembada Waruga Jati Divisi Brain Activator mengembangkan sebuah alat yang berfungsi mengaktifkan sel otak. Dengan dibuatnya alat ini diharapkan peningkatan kualitas manusia dapat mencapai pada tahapan yang lebih baik dari  sekarang. Alat ini dinamakan Brain Activator. 
Alat Brain Activator yang mengeluarkan gelombang ultrasonik berfungsi untuk membantu meningkatkan vibrasi syaraf dan jumlah hubungan antar syaraf, sehingga akan meningkatkan arus listrik antar syaraf otak, termasuk meningkatkan memori otak.


MANFAAT

Manfaat menggunakan Alat Brain Activator antara lain :
               Untuk meningkatkan kecerdasan.
               Meningkatkan kemampuan konsentrasi.
               Membantu mempertajam kemampuan analisa.
               Membantu mempercepat hasil latihan pernafasan “ Tenaga Dalam”.
               Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
               Meningkatkan kemampuan bersaing di masyarakat.
               Membantu menormalkan penderita Autis, Idiot, Epilepsi, Stroke, Parkinson, Alzheimer dan lain-lain. 


HASIL LABORATORIUM

Dari hasil  lab di laboratorium Pramita untuk dua orang responden kami sdr Irfan dan sdr Fajar sebelum dan sedang menggunakan Alat Brain Activator dengan menggunakan metode pemeriksaan Electro Encephalography (EEG) menunjukan bahwa hasil dari pemeriksaan masih dalam batas normal dengan kata lain tidak adanya efek samping yang membahayakan.



Keterangan :
Irama dasar 8 – 9 spd, voltage sedang, reaktivitas cukup, bercampur dengan gelombang 4 – 6 spd  secara acak dikedua henisfer dan tidak dapat paroksimal HV tidak memberikan keterangan tambahan.
Kesan : EEG masih dalam batas normal ( hasil dari tes EEG yang menunjukkan pemakaian alat tidak ada efek samping yang membahayakan ).



DATA DAN FAKTA
SETELAH MENGGUNAKAN ALAT BRAIN ACTIVATOR

Katagori Pemakai : Umum
Lama Pemakaian : 2 minggu s/d 1 bulan
Sebelum
Sesudah

1.      Merasa cepat lelah
2.      Kurang konsentrasi
3.      Kurang tangap, malas belajar
4.      Kurang lancar berbicara didepan umum
5.      Tidur gelisah
6.      Sering minum obat sakit kepala
7.      Kekebalan tubuh lemah
8.      Stress
9.      Penglihatan kurang jelas


  1. Badan terasa lebih enak dan segar
  2. Konsentrasi belajar meningkat  (mahasiswa dan pelajar)
  3. Cepat tanggap, lebih giat belajar, nilai ulangan meningkat (pelajar)
  4. Lebih lancar bicara didepan umum (karyawan)
  5. Bisa tidur lebih nyaman yang semula tidurnya gelisah / relaxasi lebih cepat (karyawan)
  6. Sakit kepala berkurang tanpa minum obat (Dosen)
  7. Daya tahan tubuh meningkat
  8. Stress menurun (karyawan)
  9. Penglihatan menjadi lebih baik
  10. Produktivitas kerja meningkat
  11. Daya analisa lebih cepat
  12. Kemampuan menangkap pikiran meningkat
  13. Kemampuan melihat aura meningkat
  14. Kreatifitas meningkat

Ket : Sampel diambil acak dari 100 orang pemakai alat berumur 16 th s/d 70 th

Katagori Pemakai : Berpenyakit (Autis & Keterbelakangan mental)
Lama Pemakaian : 2 minggu s/d 1 bulan
Sebelum
Sesudah
Berpenyakit Autis
  1. Kurang percaya diri , tidak komunikatif, tidak mengikuti perintah
2.      Manja,  daya ingat kurang
3.      Pengucapan huruf “R” kurang jelas

Keterbelakangan mental

1.        Kurang inisiatif
2.        Kurang responsif

Berpenyakit Autis
1.  Lebih percaya diri , komunikatif, nurut
2.  Tidak manja lagi, hafalan lebih cepat
3.  Pengucapan huruf “R“ lebih jelas


Keterbelakangan mental

1.      Keinginannya semakin banyak
2.      Kalau lihat mainan langsung diraih / keingintahuan meningkat
3.      Mulai responsif

Ket : Sampel diambil dari 5 orang penderita autis dan 3 orang penderita keterbelakangan mental  berumur 5 th s/d 10 th






Harapan bagi Penyandang Autis


Ikhsan Priatama lahir normal, sembilan tahun lalu. Namun dalam perkembangannya, sang ibu, Dyah Puspita, menangkap keanehan perilaku Ikhsan. Yang paling menonjol, kontak matanya sangat terbatas. ''Ia cenderung tak mau menatap mata saya'', ungkap Dyah. Semakin besar Ikhsan tak kunjung menambah kosa kata. Bunyi yang keluar dari mulutnya masih seperti ocehan bayi. ''Tak terjadi perkembangan bicara seperti anak-anak pada umumnya,'' kenang Dyah.
Karena sang ibu psikolog, perburuan diagnosis bagi Ikhsan berlanjut: dari dokter anak, dokter saraf, psikolog, psikiater anak, ahli refleksi, bahkan ke paranormal. Selama beberapa waktu tak seorang ahli pun mengatakan kelainan Ikhsan yang sebenarnya. Namun Dyah tak pernah berhenti mencari tahu keadaan anaknya, hingga akhirnya Ikhsan ketahuan menyandang autisme.
Dewasa ini penyandang autisme infantil seperti Ikhsan cenderung meningkat. Menurut Ketua Yayasan Autisma Indonesia, Dr. Melly Budhiman Sp.KJ, sepuluh tahun lalu jumlah penyandangnya sekitar 1 per 5.000 anak. Dewasa ini sudah menjadi 3 per 500 anak. ''Peningkatan ini akan terus berlangsung'', tandas staf jurusan psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Gangguan Perkembangan
Dalam Seminar bertajuk Autisme dan Penanganannya beberapa waktu lalu, Melly menguraikan autisme sebagai gangguan perkembangan yang luas dan berat (pervasif). Gangguan perkembangan tersebut mencakup bidang komunikasi, interaksi, dan perilaku. Gejala ini timbul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada sebagian anak, gejala tersebut sudah nampak sejak lahir.
Penyebabnya, gangguan pada perkembangan susunan saraf pusat yang mengakibatkan fungsi otak terganggu. Autisme bisa terjadi pada siapa saja. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan diperkirakan 3:1. Seorang ibu yang cermat memantau perkembangan anaknya akan mudah melihat beberapa keganjilan sebelum anak mencapai usia satu tahun. ''Yang sangat menonjol adalah sangat kurangnya kontak mata,'' tandas Melly.
Sebagian kecil penyandang autisme sempat berkembang normal. Namun, sebelum mencapai usia 3 tahun, perkembangannya terhenti. Kemudian mulai nampak gejala-gejala autisme. Biasanya gejala-gejala tersebut kian jelas setelah anak mencapai usia 3 tahun.

Ada beberapa gejala: pertama, terjadi gangguan komunikasi verbal maupun non-verbal seperti terlambat bicara, meracau, sering meniru
(echolalia), sering menarik tangan orang di dekatnya agar melakukan sesuatu untuknya.
Kedua, terjadi gangguan interaksi sosial seperti menghindari tatapan mata orang lain, lebih asyik bermain sendiri, dan menolak bila dipeluk.
Ketiga, gangguan pada perilaku yang berlebihan (excessive), misalnya tak bisa diam dan mengulang-ulang gerakan tertentu. Atau gangguan perilaku kekurangan (deficient), misalnya diam dengan tatapan mata kosong, bermain secara monoton.
Keempat, terjadi gangguan emosi, yakni tak ada atau kurangnya empati, tertawa-tawa, menangis atau marah-marah sendiri, dan sering mengamuk (temper tantrum).
Kelima, terjadi gangguan persepsi sensoris seperti suka mencium-cium atau menjilat-jilat benda apa saja, tak bisa mendengar suara keras, dan tak mau diraba.
Untuk mendiagnosis autisme infantil, menurut Melly, tak memerlukan pemeriksaan canggih seperti CT-scan. ''Diagnosis ditegakkan berdasar gejala klinis yang tampak, yang menunjukkan penyimpangan''.
Merupakan Misteri
Selama puluhan tahun penyebab autisme tetap misteri. Baru dalam kurun waktu sepuluh tahun ini, diketahui terjadinya kelainan pada struktur sel otak: yakni gangguan pertumbuhan sel otak pada saat kehamilan trimester pertama.
Berbagai hal bisa menghambat pembentukan sel otak janin seperti virus rubella, toxoplasma, herpes, jamur (candida), okseigenasi (perdarahan) atau keracunan makanan. Selain gangguan itu, ternyata, faktor genetik juga bisa menyebabkan autisme. Ada gen tertentu yang mengakibatkan kerusakan khas pada sistem limbik (pusat emosi).
Pada hakikatnya kerusakan sel otak tak dapat disembuhkan. Namun bila otak anak yang sedang berkembang mendapat rangsangan secara intensif dan terpadu sedini mungkin, fungsi sel yang rusak bisa diambil alih oleh sel otak yang lain, meski hasilnya tak sempurna.
Dengan penatalaksanaan yang tepat dan terpadu, papar Melly, gejala-gejala autistik bisa dikurangi semaksimal mungkin. ''Bila penyandang autisme mempunyai kecerdasan normal, tak tertutup kemungkinan ia bisa mencapai jenjang perguruan tinggi''.
( Dikutip dari Maria Etty Warta Mikael via internet)

KESAKSIAN DAN FAKTA PARA PEMAKAI BRAIN ACTIVATOR





Nama : Ismail Muhamad
Pekerjaan : Pensiunan DPRD Jambi
Alamat : Jl. Cisitu Indah IV No. 7 Bandung
Umur : ± 70 tahun

Penuturan Bapak Ismail Sendiri
Sekitar 1 tahun belakang menurut diagnosis dokter saya terserang stroke, badan jadi lemah, jalan susah harus dibantu, memerlukan dan menginginkan sesuatu memerlukan bantuan angota keluarga. Saya berusaha ingin sebuh dan sehat seperti sedia kala, saya berusaha berobat ke dokter di salah satu rumah sakit yang ada di kota bandung. Bukanya dokter membantu penyembuhan sakit saya melang memberi tahukan bahwa saraf di otak saya sudah mati dan tidak bisa disembuhkan. Saya menjadi sedih dan protes ke dokter saya kemari untuk berobat untuk kesembuhan bukan untuk difonis tentang penyakit saya. Waktu berjalan terus dan saya tetap mencari kesembuhan dan berusaha untuk sembuh . Suatu saat sekitar bulan pebruari saya mendengar ada suatu alat yang dapat membantu penyembuhan penyakit gangguan di kepala (otak) saya mencoba memesan untuk penyembuhan penyakit saya sekitar 1 bulan lamanya setelah pemesanan karena alat Brain Activator pemesanannya Inden 1 bulan . setelah memakai alat Barain Activator khusus untuk penyembuhan penyakit saya dengan pemakaian teratur ± 3 minggu terdapat perubahan di diri saya yang tadinya badan saya rasanya mati separo sudah dapat digerakan dan normal bisa berjalan tanpa pengawasan anggota keluarga yang lain dan tanpa alat bantu, konsumsi obat-obatan untuk penyembuhan sudah berkurang banyak. Kesembuhan saya ke normal lagi tinggal 25 %. Dan sampai sekarang saya masih menggunakan Brain Activator secara teratur untuk penyembuhan saya. Banyak manfaatnya yang saya rasakan setelah memakai Baraian Activator



Nama : Ir. Samsi Tjokrodigo
Pekerjaan : Pensiunan
Alamat : Jl. Ngasem 16 Yogyakarta
Umur : ± 80 tahun


Penuturan Istri Ir Samsi Tjokrodigo
Suami saya mengidap stroke sudah lama dan saya berusahaa kedokter ahli stroke untuk penyembuhan suami saya tapi belum terlihat perubahan yang nyata terhadap suami saya pada suatu waktu saya mendapatkan informasi ada suatu alat namanya Brain Activator yang dapat membantu penyembuhan Penyakit Stroke saya mencoba memesan untuk penyembuhan suami saya sekitar 1 bulan lamanya saya menunggu dan alat Barain Activator saya terima langsung Saya pakaikan ke suami saya untuk penyembuhan stroke sesudah pemakaian selama 1 bulan terlihat ada perubahan di diri suami saya, sekarang sudah bisa diajak maincatur dan rasa berat dikelapa sedikit demisedikit hilang, bisa menanggapi lawan bicara yang sebelumnya susah, dan kesehatannya mulai membaik sedikit demisedikit. Saya terus memakaikan Barain Activator ke suami saya secara teratut untuk proses penyembuhan penyakit strokenya.




  
 Nama : Reyhandi Rahmat Eka Wibowo
Pekerjaan : Pelajar khusus di pendidikan Autis Solo 
Alamat : Panasan Baru Ngresep Ngemplak Solo
Umur : ± 6 tahun

Penuturan Bapak Reyhandi Rahmat Eka Wibowo
Saya mempunyai anak laki-laki sejak lahir hingga umur 1 tahun pertumbuhanya normal setelah umur 2 tahun perkembangan anak saya kelihatan tidak seperti anak biasanya, membuat pikiran saya tidak tenang. Anak saya terus tumbuh dan berkembang, dan saya mengamati terus perkembanganya. Anak saya tergolong anak yang hiperaktif dan suka membuat orang disekelilinganya merasa terganggu. Saya berusaha mencari pengobatan untuk anak saya agar bisa norma seperti anak-anak lainnya.anak saya saya masukan kesekolah Autis karena hasil pemeriksaan dokter pisikolog anak saya tergolong anak autis. Saya mencoba mencari penyembuhan terhadap anak saya. kurang lebih satu tahun yang lalau saya pernah melakukan terapi pengobatan di Jakarta dengan pakar pengobatan terkenal di negerikita dengan metode ramuan-ramuan alami dan akupuntur tetapi setelah melakuakan pengobatan terapi bukanya malah sembuh tetapi malah anak saya kelihatan lebih parah. Suatu saat saya mendapat informasi dari saudara saya yang ada di Bandung katanya ada suatu alat yang bisa membantu menormalkan anak-anak autis. Saya tertarik dengan apa yang ditawarkan saudara saya lalu saya minta brosur tentang alat tersebut setelah saya memahami memalalui brosur yang saya dapatkan saya membranikan diri pesan Alat Barain Activator melalui saudara saya yang ada di Bandung. Setelah menunggu pesan alat saya selama 1 bulan saya langsung memakaikan ke anak saya. setelah pemakaian kurang lebih 3 minggu terlihat adanya perubahan perubahan didiri anak saya  yang tadinya hiperaktuf mulai berkurang dan lebih komunikatif bila diajak bicara dan kalo menulis tanganya sudah tidak kelihatan kaku lagi. Saya sangat gembira sekali melihat perubahan anak saya hanya dengan bantuan alat Barain Activator untuk proses penyembuhan adanya perubahan yang sangat nyata dibandingkan dengan terapi sebelumnya  yang memakan waktu dan biyaya yang tidak sedikit, tetapi setelah memakai Brain Activator secara teratur perubahan perubahan didiri anak saya nampaknyata, dan saya berharap anak saya dapat normal seperti anak lainya.


Nama : Sahid Bagaskara
Pekerjaan : Pelajar (Autis)
Alamat : Jakarta
Umur :  8 tahun


Penuturan Ibu Sahid Bagaskara
Saya mempunyai anak berumur 8 tahun dengan lahir normal dan sehat saya mengasuh anak saya seperti ibu-ibu laninya dan mengharapkan anak saya tumbuh sehat. Tetapi sesuatu yang tak terduga pada umur 3 tahun anak saya pertumbuhanya mulai kelihatan tidak normal. Saya sebagai ibunya merasa cemas apa yang terjadi dengan diri anak saya. saya pergi ke dokter untuk menanyakan pertumbuhan anak saya dan dokter menyarankan untuk berkonsultasi ke pisikolog. Setelah saya berkonsultasi ke dokter dan pisikolog anak saya ternyata menderita autis persaan saya jadi tidak menentu. Anak saya saya sekolahkan di sekolah biasa dan dalam perkembanganya saya terus berkonsultasi dan berobat ke dokter dengan mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter untuk penyembuhan anak saya. tapi kelihatanya belum ada perubahan yang cukup berarti. Dan suatu hari saya mendapatkan informasi adanya alat Brain Activator untuk membantu penyembuhan penderita Autis informasi saya peroleh dari tebet. Saya tertarik dan mencoba untuk memesan setelah mendapat penjelasan dari tebet sekitar 1 bulan saya menunggu Alat Barain Activator selesai dibuat khusus untuk anak saya. Setelah saya memakaikan Barain Activator selama 1 bulan keanak saya nampak adanya perubahan-perubahan yang membuat saya gembira seperti disekolah mulai tenang dan tidak memnggangu teman-temanya, komunikasai mulai lancar dengan sesama temannya, konsumsi obat dari dokter sudah berkurang banyak, kepandaian matematika bertambah. Dan sekarang ini saya masih mekakaikan Braian Activator keanak saya secara teratur untuk membantu penyembuhan autisnya. Saya berharap anak saya bisa tumbuh dengan normal, dengan bantuan Brain Activator insaallah anak saya bisa normal .



Nama : Ayu
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Jl. Manggarai Utara V No. D 20 Jaksel

Umur :


Penuturan Ibu Ayu
Saya mempunyai anak perempuan ayu namanya anak saya tidak normal kaya anak lainya dan hasil diagnosis dokter anak saya masuk kekatagori penderita autis saya berusaha mencari pengobatan dan metode untuk penyembuhan anak saya tapi perubahan yang saya harapkan belum terlihat. Pada suatu hari saya mendapat informasi Ada Suatu Alat Namanya Brain Activator untuk membantu penyembuhan penderita autis saya tertarik dan pesan alat Barain Activator untuk anak saya. setelah saya mendapat kan Brain Activator saya memakaikan alat tersebut untuk penyembuhan anak saya setelah pemakaian 3 bulan saya memakaikan alat barain activator dan mengamati mulai nampak adanya perubahan-perubahan didiri anak saya, sekarang mulai rajin menulis apa yang dicontohkan, mulai tenang, diajak bicara lebih komunikatif, bila diajarin lebih nurut dan saya masih terus memakaiakan Brain Activator secara teratur. Harapan saya perubahan-perubahan yang terjadi di anak saya dapat terus berkembang dan berubah sehinga anak saya normal seperti anak-anak lainnya.


Nama : Rundana
Pekerjaan :
Alamat : Cibolerang Blok Aci RT 05 RW 09 Bandung
Umur :  4 tahun

Penuturan Ibu Rundana
Saya ibu dari rundan saya mempunyai anak yang perkembanganya tidak normal  seperti anak – anak lainnya dan tegolong anak keterbelakangan mental saya berusaha mencari pengobatan dan metode untuk anak saya agar bisa seperti anak anak-lainnya saya ditawarin suatu alat namanya Brain activator sebuah alat untuk membantu penyembuhan ganguan penyakit dikepala. Dan saya menanyakan apakah bisa untuk penyembuhan anak keterbelakang mental seperti anak saya. katanya bisa dan saya langsung memesan untuk anak saya setelah 1 bulan saya mendapatkan alat Brain Activator. Setelah saya pakaikan ke anak saya selama 2 bulan nampak adanya perubahan perubahan terhadap anak saya. keingintahuan anak saya bertambah, perbendaharaan kata bertambah. Saya berharap anak saya bisa seperti yang lainnya normal.


Nama : Lita Puspita
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Jl. Rung Purna IX No. 24
Umur :  6,5 tahun

Penuturan Ibu Lita Puspita
Saya mempunyai anak yang pertumbuhanya dari bayi normal setelah umur 2 tahun perkembanganya kelihatan tidak seperti anak normal lainya.anak saya perlu perhatian dari saya. Saya mencari dan berusaha untuk pengobatan anak saya agar bisa normal seperti anak-anak lainya. Pada suatu saat saya mendapatkan informasi tentang Brain Activator saya meminta pertimbagan suami saya untuk menggunakan Barain Activator sebagai terapi anak saya. Suami saya setuju dan saya memesan Barain Activator. Setelah saya mendapatkan Barain Activator dan memakaikan ke anak saya sesuai dengan aturan yang ada setelah pemakaian 1 bulan  nampak perubahan yang sebelumnya kalau menulis tangan masih kaku setelah 1 bulan berjalan menulis sudah lebih rileks dan tingkat PD meningkat      








Article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa komentar dan pendapat anda? Adakah saran untuk admin?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Comment Facebook

Get This Gadget

Popular Posts

Ready 3 Data AON

Followers