"Selamat sejahtera semoga keselamatan dan keberkahan dilimpahkan kepada anda"

Minggu, 31 Juli 2011

Info


Ayat Suci dalam Kromosom Manusia
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Galileo, Newton, dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan atara Al Quran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr Ahmad Khan dia adalah lulusan Summa cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penemuan genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi , kertas kertas penghargaan tumpukan buku buku kumal dan kitab suci yang sering di bukanya menunjukan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah diketemukannya informasi lain selain kontruksi polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah surat Fussilat ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil penemuan professor Keith Moore ahli embriologi dari kanada. Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut:"…sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim htta yatabayyana lahum annahu ul-haqq…kemudian akan kami tundukan tanda tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".
Hipotesis awal yang diajuan Dr Ahmad Khan adalah kata "ayatina" yang memiliki makna "ayat Allah" dijelaskan oleh Allah bahwa tanda tanda kekuasaanya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nicleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan baahwa ada kemungkinan ayat Al quran merupakan baagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyakny DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenytaanya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, junk DNA tersebut merupakan untaian firman firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda tanda kebesaran allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tafakaruun (apakan kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran)
Setelah bekerjasama denga adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis system, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti kecerdasan manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk daari rantai kodon pada chromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat ayat al quran. Akhirnya pada tanggal 2 januari 1999 pukul 2 pagi ia menemukan ayat pertama "Bismillah ir Rahman ir rahiim, Iqra bismirrabika ladzi khalaq";bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan" ayat tersebut adalah awal dari surat Al A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lainnya muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Al Quran.
Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X99, Ahmad Khan menyatakan :" saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis dengan Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari University Berlin.
Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat memuat kode kode genetika rantai kodon pada kromosom manusia yaitu; T,C,G dan A masing masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.
Di akhir wawancaranya Dr Ahmad Khan berpesan " semoga penerbitan buku saya " Al qur'an dan Genetika", semakin menyadarkan umat Islam bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan, atau seni. Semoga non muslim meyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian huga dengan ilmu ilmu keperawatan . penulis berharap akan dating suatu genersi yang mendalami prinsip prinsip ilmu keparawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decision maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan financial.
Terbukanya tabir hati ahli farmakologi Thailand
Profesor Tajaten Tahasen, dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari amerika. Keith moore adalah ahli embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi surat An Nisa tersebut antara lain sebagai berikut: "sesungguhnya orang orang kafir terhadap ayat ayat kami, kelak akan kami masukkan ke dalam neraka, setiap kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Ditinjau secara anatomi lapisan kulit terdiri dari atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung ujung syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (Luka bakar yang telah menembus Sub Cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab ALLAH tersebut. Maha besar Allah yang telah menyisipkan firman firmanNya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya Allah tidak ada sedikitpun yang engkau ciptakan itu sia sia.

Dari Bahtera Menuju Islam.
Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al Quran yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini. Prof Jackues Yves Costeau seorang oceanographer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovery, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut yang lainnya. Bertahun tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan professor muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al Quran surat Ar rahman ayat 19-20 dan surat Al Furqon ayat 53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara. Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam.Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut:
Dan dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antar keduanya dinding dan batas yang menghalang (QS al furqon:53)
Berdasarkan contoh kasus diatas, dapat memeberikan gambaran pada kita bahwa ayat suci Al Quran mapu menjelaskan fenomena Chromosome, Anatomy, Oceanography, Keperawatan dan Antariksa. Sebenarnya masih banyak ayat ayat Al Quran yang menerangkan fenomena evolution dan genetic seperti QS As Sajdah 4, QS al A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7.

Article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa komentar dan pendapat anda? Adakah saran untuk admin?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Comment Facebook

Get This Gadget

Popular Posts

Ready 3 Data AON

Followers