"Selamat sejahtera semoga keselamatan dan keberkahan dilimpahkan kepada anda"

Kamis, 17 Januari 2013

Kabar kedatangan Nabi Muhammad saw di kitab Weda


Sebelum kedatangan Nabi Suci, orang-orang hanya mempercayai kebenaran atas nabinya serta kitab sucinya masing-masing. Bahkan misalnya sampai sekarang seorang Yahudi hanya percaya kepada para nabi Bani Israil, seorang Kristen percaya kepada Yesus dan nabi-nabi Bani Israel lainnya dengan setengah hati, seorang Buddhis kepada Buddha, seorang Majusi kepada Zoroaster dan kepada beberapa nabi di negerinya sendiri, seorang Hindu kepada para Rishi yang muncul di India, tetapi Islam datang dengan suatu konsep baru dari agama. Dia menarik perhatian kita ke seluruh alam semesta dan menemukan benang merah dari semua agama Tuhan. Ketuhanan Allah yang melingkupi segala sesuatu telah dijelaskan dalam kata-kata yang paling awal dari al-Quran:
Umat Hindu cenderung mnganggap kaum Muslim sebagai umat yang kelasnya lebih rendah. Tetapi Kitab-kitab Suci mereka, Weda dan Purana, berbicara tentang Nabi Islam dan para pengikutnya dengan kata-kata yang penuh hormat dan tinggi. Cobalah buka Bhavishya Purana, yang dikumpulkan oleh peramal dan orang suci terkemuka Maha Rishi Vyasa. Suatu terjemahan bebas bahasa Inggris kita berikan di sini:
"Seorang guru ruhani akan datang dari negeri asing. Muhammad (Muhammad) adalah namanya. Raja, memandikan orang Arab yang ditemani malaikat ini dengan air suci dari Gangga dan lima cairan yang mensucikan (panchgavya), memujanya dengan penuh keimanan dan pengabdian, dan berkata: Saya membungkuk di hadapanmu, wahai Anda yang menjadi Kebanggaan dari Umat Manusia,(namaste girijanath), engkau yang penghuni gurun pasir (marusthalnivasnam), yang memberikan kekuatan yang banyak sekali untuk menyembelih Setan; yang telah dijaga dari musuh-musuhmu yang jahat. Wahai engkau manifestasi dari Dzat Yang Maha-unggul! terimalah saya sebagai hamba-sahayamu, sebagai seorang yang jatuh di telapak kakimu".
Atharwa Weda dan Muhammad.
Dalam "Kuntap Sukt" dari Atharwa Weda, Rishi yang Dijanjikan disebut dalam mantra sebagai 'M' yang besar dan agung. ("Esh rishye mamahe" bagi 'M' rishi yang agung ini". Atharwa Weda, 20:127:1, yang menunjukkan dan membuktikan bahwa M dari 'Om'. Dia disebut seorang Rishi, berarti di sini bahwa dia adalah seorang nabi atau utusan dari Tuhan Yang Maha-tinggi. Kuntap Sukta menyatakan: "Dia akan menjadi seorang yang mengendarai unta," ("Ushtra yasya pravahi"); kendaraannya yang adalah unta membuktikan karenanya bahwa beliau bukan seorang Resi India tetapi seorang pengendara unta dari gurun pasir Arabia; karena di India seorang Rishi, (sesuai dengan Hukum Manu) dilarang mengendarai seekor unta (Manu 5:8.18; 14:201). 

Article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa komentar dan pendapat anda? Adakah saran untuk admin?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Comment Facebook

Get This Gadget

Popular Posts

Ready 3 Data AON

Followers