"Selamat sejahtera semoga keselamatan dan keberkahan dilimpahkan kepada anda"

Sabtu, 09 Februari 2013

IMUNISASI DAN STRATEGI YAHUDI Part 2


Allooh Subhaanahu wa Ta’alaa berfirman dalam Al Qur’an surat Ali Imroon ayat 54:

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ (54) آل عمران
Dan mereka (orang-orang kaafir) bermakar dan Allooh pun bermakar, sedangkan makar Allooh lah sebaik-baik makar.”
Berapa banyak orang-orang kaafir, orang-orang musyrikin, sejak zaman permulaan Islam ini dikumandangkan oleh Rosuulullooh Sholalloohu ‘alaihi wassalaam di jazirah Arab sampai dengan hari ini, bahkan esok hari, mereka senantiasa berupaya tak henti-hentinya sesengit-sengitnya untuk membunuh dan memusnahkan Rosuulullooh Sholalloohu ‘alaihi wassalaam dan pengikut-pengikutnya serta cahaya Allooh berupa ajaran-Nya.
Bagian dari bukti kekesumatan mereka itu adalah sebagaimana yang dapat Anda nilai sendiri melalui koleksi berbagai makalah berikut ini, yang diharapkan agar setiap kita menyayangi diri dan generasi kita dari cengkeraman keserakahan mereka, musuh-musuh Allooh Subhaanahu wa Ta’alaa; sehingga kita senantiasa waspada terhadap upaya yang bisa jadi dekat dalam kehidupan kita sehari-hari maupun jauh, yang dapat menjadi perangkap bagi kaum Muslimin.
Diantara yang harus kita antisipasi dan tidak boleh lengah dalam rangka memelihara keberlangsungan ummat Islam melalui generasi kita yang akan datang adalah harusnya tanggap untuk menjadikan mereka para duta penerus bagi matarantai tak putus bagi risalah Islam yang telah ditanam dan dirintis oleh Rosuulullooh Sholalloohu ‘alaihi wassalaam dan telah diwariskan dan diteruskan oleh para pelanjut setelah beliau. Sehingga mereka – generasi penerus kita tersebut – menjadi orang-orang yang sehat, kuat dalam berbagai aspek, baik lahiriyah maupun batiniyah, baik aqidah, pemikiran, maupun kiprah dalam perkara kecil, apalagi dalam perkara besar; dimana semua itu tidak akan terwujud tanpa campur tangan generasi tua dalam bentuk pencegahan dan pemeliharaan mereka antara lain dengan Imunisasi.
Imunisasi ini dimaksudkan agar generasi mendatang menjadi tercegah dan terhalang dari berbagai penyakit, baik hati, aqidah, pikiran, amaliyah, akhlaq maupun kiprah dalam hidup mereka, dari berbagai hal yang dapat menjadikan mereka lemah, loyo, berpenyakit atau bahkan terperosok dalam upaya pemusnahan massal terhadap masa depan Islam dan Muslimin.
Yahudi, sebagaimana yang dapat Anda buktikan melalui artikel-artikel berikut ini, sedemikian rupa peliknya mereka bermuka manis dan berhati busuk yang tidak lain adalah dimaksudkan untuk melemahkan dan memusnahkan kaum muslimin. Maka dari itu waspada lah! Waspada lah!
I. Codex Alimentarius dan Agenda Terselubung Zionisme
Adalah Codex Alimentarius, yaitu sebuah program dari puluhan atau bahkan ratusan program yang terdapat dalam agenda 21 Zionisme, atau yang biasa dikenal sebagai “New World Order” atau “Tatanan Dunia Baru” dibawah penguasaan Zionisme Yahudi Internasional. Program ini adalah salah satu alat untuk tercapainya program Zionisme yang lebih besar lagi, yaitu mengurangi jumlah penduduk dunia secara besar-besaran.

Logo Illuminati dan logo Codex Alimentarius (yang berwarna kuning)
Codex Alimentarius adalah program PBB (dalam hal ini dikerjakan oleh FAO dan WHO) yang dicanangkan sejak tahun 1963 dan intensif dikerjakan di awal abad 21 ini. Tujuan Codex Alimentarius adalah membuat standar pangan bagi seluruh dunia.
Hmmm… terlihat biasa saja ya sepertinya, terlebih itu dikerjakan oleh PBB yang kita taunya bekerja demi perdamaian dunia. Padahal PBB dan WHO sendiri didirikan oleh keluarga milyuner Rockefeller, yaitu salah satu tokoh Zionisme Yahudi yang paling berpengaruh di dunia saat ini.
Apa saja rancangan dalam Codex Alimentarius?
  • Mengendalikan nutrisi dalam makanan
  • Mengatur penggunaan bahan kimiawi dalam makanan
  • Mengatur pestisida yang digunakan untuk pertanian
  • Membuat standar prosedur baru dalam sistem keamanan dan kebersihan makanan
  • Mengatur bio-teknologi pangan (dalam hal ini rekayasa genetika sumber pangan)
  • Membuat standar prosedur penelitian makanan , dll.
Dengan enam poin tersebut di atas sudah dapat kita dapatkan kesimpulan bahwa sistem pangan kita nanti semuanya akan diganti sesuai kehendak mereka. Berikut akan saya uraikan satu-persatu :
1. Mengendalikan nutrisi dalam makanan
Dengan mengendalikan nutrisi dalam makanan, mereka akan dapat menurunkan jumlah asupan gizi yang semestinya kita dapatkan. Ini mengingatkan saya dengan berbagai kasus tentang makanan kemasan yang tertulis bahwa memenuhi asupan gizi, namun ternyata jauh dari jumlah yang seharusnya kita dapatkan. Ini dapat menyebabkan berbagai macam penyakit mulai dari kekurangan gizi, penurunan sistem kekebalan, hingga penurunan kecerdasan.
2. Mengatur penggunaan bahan kimiawi dalam makanan
Jika kita banyak mendengar nama-nama seperti Flouride, Monosodium/Monoatrium Glutamat (MSG), Aspartame, dll. dalam makanan kemasan kita, sebaiknya jauhi! Kandungan-kandungan kimiawi tersebut adalah kandungan yang amat berbahaya bagi tubuh kita. Penyakit-penyakit seperti kanker, penyakit ginjal, penyakit lever, dan stroke banyak disebabkan karena mengkonsumsi kandungan-kandungan tersebut.
Sebenarnya sudah banyak para ahli gizi dan makanan menolak adanya kandungan-kandungan kimiawi berbahaya tersebut, namun entah mengapa WHO dan FAO selalu mengeluarkan pernyataan bahwa kandungan tersebut tidak berbahaya. Perusahaan-perusahaan Zionist yang bergerak di bidang makanan bahkan dengan sengaja mencampurkan bahan-bahan tersebut ke produk mereka. Untuk pembahasan lebih mendalam tentang bahaya Flouride, MSG, Aspartame, pewarna makanan sintetis, dsb. insya Allah akan saya bahas pada kesempatan lainnya.
3. Mengatur pestisida yang digunakan untuk pertanian dan perternakan

Kalau kita mau mempelajari sejarah bahwa dahulu nenek moyang kita sudah menemukan berbagai macam tehnik untuk mengusir atau membunuh hama dengan cara-cara yang ramah lingkungan dan tidak mencemari hasil panen, maka kita tidak harus menggunakan pestisida kimiawi berbahaya untuk bertani. Tapi mengapa saat ini petani-petani kita lebih tergantung kepada pestisida berbahaya tersebut?
Jawabannya mungkin karena rekayasa genetika hama tanaman melalui pestisida itu sendiri. Para Zionist sudah banyak melakukan penelitian di bidang pertanian. Mereka mengambil sampel hama di berbagai pertanian dan perternakan, untuk kemudian mereka buat pestisidanya yang hanya bertahan sesaat untuk mengusir hama. Tidak hanya itu, mereka juga mencampurkan zat-zat beracun yang dapat meracuni tanaman pertanian, bahkan racun tersebut dapat bertahan hingga masuk ke dalam tubuh siapa saja yang memakannya. Tentu saja selain manusia tercemar racun tersebut, para hewan ternak yang memakannya juga akan tercemar, yang nantinya juga dagingnya akan dimakan manusia.
Pestisida juga menyebabkan air dan tanah di sekitarnya ikut tercemar, dan racun itu dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.
4. Membuat standar prosedur baru dalam sistem keamanan dan kebersihan makanan


Ini sangat berhubungan dengan point-point di atas. Dengan kewenangan yang amat luar biasa untuk dapat mengatur standar sistem keamanan dan kebersihan makanan, mereka akan dapat melabeli makanan yang seharusnya berbahaya menjadi tidak berbahaya.
Selain itu mereka juga akan dapat mengendalikan prosedur kandungan apa sajakah yang tidak perlu ditampilkan dalam label komposisi makanan, padahal ada dalam makanan tersebut. Inilah yang akan sangat merugikan bagi kaum Muslim dan Yahudi yang amat diharamkan mengkonsumsi babi dan alkohol dengan kandungan sekecil apapun.
Standar kebersihan makanan juga dapat menyebabkan makanan tercemar bakteri akan diperbolehkan untuk dikonsumsi manusia.
5. Mengatur bio-teknologi pangan (dalam hal ini rekayasa genetika sumber pangan)
Banyak para ilmuwan ahli genetika yang menolak untuk merekayasa sumber pangan, baik itu sumber nabati maupun hewani. Alasannya hanya satu, bahwa itu sangat berbahaya bagi manusia atau hewan yang mengkonsumsinya, dan sudah banyak penelitian yang membuktikan bahayanya akan hal itu. Mengapa berbahaya? Karena DNA tumbuhan dan hewan yang direkayasa telah melenceng dari standar genetik yang telah Allah tetapkan. Pada dasarnya Allah telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini menurut ukurannya, dan itu berlaku hingga dunia ini berakhir.
Segala sesuatu yang Allah ciptakan adalah sesuai dengan Standar Penciptaan oleh Allah.
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
(Qur’an surah Al Qamar (54) ayat 49)

Berbagai macam makhluk (tumbuhan dan hewan) telah Allah ciptakan dengan ukuran yang tertentu berdasarkan bentuk, manfaat, dan DNAnya.
“Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya. Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.”
(Qur’an surah Al Hijr (15) ayat 20-21)

Syaitan lah yang membisikkan kepada manusia untuk merekayasa genetika binatang.
“Syaitan yang dilaknati Allah itu mengatakan: “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya), dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya.” Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
(Qur’an surah An Nisaa (4) ayat 118-119)

Berdasarkan ketiga ayat Qur’an di atas menjadi jelaslah bahwa rekayasa genetika untuk keperluan manusia sangat bertentangan dengan hukum Allah.
6. Membuat standar prosedur penelitian makanan
Standar prosedur penelitian makanan adalah inti dari segala poin Codex Alimentarius, dimana mereka bebas menentukan apa-apa saja yang boleh masuk ke dalam makanan kita untuk selanjutnya diserap tubuh kita. Bukan hanya nutrisi, tetapi juga racun yang terkandung di dalamnya. Penelitian yang terkesan ditutup-tutupi dengan dalih standar keamanan menjadi tameng untuk mereka demi tercapainya tujuan dari pengurangan populasi dunia.
Penelitian makanan yang mereka maksud sesungguhnya tidak terbatas pada penelitian kandungan gizi makanan, tetapi juga skenario dari semenjak pembibitan hingga masuk ke dalam jaringan tubuh kita. Bagaimana bibit makanan tersebut direkayasa agar bisa tumbuh dengan kandungan berbahaya, dibesarkan dengan pupuk/ pakan berbahaya, dipanen dengan metode berbahaya, dikemas dengan kemasan berbahaya, hingga kita memakannya dengan tanpa perasaan akan bahaya yang mengintai.
Bangunlah wahai umat manusia!
~ Tio Alexander
Sumber:
http://ilmuislam2011.wordpress.com/2012/10/02/imunisasi-dan-strategi-yahudi/

Article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa komentar dan pendapat anda? Adakah saran untuk admin?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Comment Facebook

Get This Gadget

Popular Posts

Ready 3 Data AON

Followers